PASAR OTC DIJELASKAN DAN MENGAPA FX BERBEDA DARI BURSA
Jelajahi mengapa pasar FX beroperasi melalui OTC dan bukan melalui bursa
Apa Itu Pasar Over-the-Counter (OTC)?
Pasar over-the-counter (OTC) mengacu pada sistem perdagangan sekuritas keuangan yang terdesentralisasi secara langsung antara dua pihak. Tidak seperti bursa tradisional seperti Bursa Efek London atau NYSE, pasar OTC tidak beroperasi pada platform bursa fisik yang terpusat. Sebaliknya, pasar ini mengandalkan jaringan dealer dan broker untuk memfasilitasi perdagangan melalui sistem elektronik, telepon, atau alat komunikasi alternatif.
Pasar OTC sangat penting untuk berbagai instrumen keuangan, termasuk derivatif, obligasi, produk terstruktur, dan mata uang (valas atau valuta asing). Produk-produk ini seringkali memerlukan kustomisasi dan fleksibilitas dalam hal ukuran kontrak, harga, dan penyelesaian, yang biasanya tidak tersedia di bursa standar.
Karakteristik Pasar OTC
- Desentralisasi: Tidak ada bursa sentral atau lokasi fisik tempat perdagangan berlangsung. Perdagangan terjadi melalui jaringan perantara.
- Kustomisasi: Para pihak dapat menyesuaikan kontrak dengan kebutuhan spesifik terkait volume, jangka waktu, tanggal kedaluwarsa, dan risiko rekanan.
- Privasi: Transaksi bersifat privat dan tidak ditampilkan di buku pesanan publik, sehingga memberikan tingkat kerahasiaan bagi para peserta.
- Fleksibilitas: Kontrak OTC mengakomodasi pengaturan khusus yang tidak tersedia di bursa reguler.
Peserta di Pasar OTC
Pasar OTC umumnya kurang mudah diakses oleh investor ritel, meskipun hal ini secara bertahap berubah dengan adanya platform pialang digital. Peserta utamanya meliputi:
- Bank investasi dan bank komersial
- Investor institusional dan dana lindung nilai
- Korporasi yang mencari instrumen lindung nilai
- Entitas pemerintah dan bank sentral
Keuntungan dan Kerugian Pasar OTC
Keuntungan:
- Solusi khusus untuk kebutuhan keuangan yang unik
- Negosiasi langsung antar pihak
- Biaya transaksi yang berpotensi lebih rendah tanpa biaya pertukaran
Kerugian:
- Risiko rekanan yang lebih tinggi karena kurangnya lembaga kliring sentral
- Transparansi harga dan volume yang berkurang
- Likuiditas terbatas untuk beberapa instrumen
Pengawasan Regulasi
Pasca-2008, regulator global telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan transparansi di pasar OTC. Instrumen seperti swap kini umumnya dilaporkan ke repositori perdagangan, dan kliring melalui rekanan sentral (CCP) seringkali didorong atau diwajibkan. Di Inggris dan Uni Eropa, hal ini berada di bawah Peraturan Infrastruktur Pasar Eropa (EMIR), sedangkan AS menggunakan kerangka kerja Undang-Undang Dodd-Frank.
Mengapa Pasar Valas Terutama OTC?
Pasar valuta asing (valas) adalah pasar keuangan terbesar dan paling likuid di dunia, dengan volume perdagangan harian melebihi USD 7,5 triliun pada tahun 2022 menurut Bank for International Settlements (BIS). Tidak seperti ekuitas atau kontrak berjangka yang diperdagangkan di bursa terpusat, perdagangan valas sebagian besar terjadi secara over-the-counter. Struktur pasar ini dirancang untuk mengakomodasi karakteristik unik perdagangan mata uang.
Alasan Utama Valas Merupakan Pasar OTC
- Distribusi Global: Perdagangan mata uang melibatkan peserta dari berbagai zona waktu dan yurisdiksi. Struktur OTC memungkinkan perdagangan 24 jam di pusat-pusat keuangan global seperti London, New York, Tokyo, dan Sydney.
- Kustomisasi Perdagangan: Transaksi valuta asing seringkali melibatkan ukuran perdagangan, tanggal penyelesaian, dan ketentuan kontrak tertentu yang tidak dapat dengan mudah ditawarkan oleh bursa standar.
- Preferensi Institusional: Banyak transaksi valuta asing dilakukan antar lembaga keuangan besar untuk tujuan lindung nilai, spekulasi, atau arbitrase. Entitas-entitas ini seringkali lebih menyukai fleksibilitas dan likuiditas yang ditemukan di pasar OTC.
- Platform Berbasis Teknologi: Perdagangan valuta asing antarbank dan institusional difasilitasi melalui platform elektronik canggih seperti EBS dan Reuters Dealing, sehingga menghilangkan kebutuhan akan bursa tradisional.
Jenis-jenis Partisipan Pasar Valuta Asing
Partisipan pasar sangat bervariasi dan meliputi:
- Bank Sentral: Bertujuan untuk mengelola cadangan devisa dan menerapkan kebijakan moneter.
- Bank Umum: Memfasilitasi perdagangan klien dan terlibat dalam perdagangan kepemilikan.
- Korporasi: Melakukan transaksi valuta asing untuk melindungi eksposur impor/ekspor.
- Pedagang Ritel: Berpartisipasi melalui broker online menggunakan produk derivatif seperti Contracts for Difference (CFD).
Utama Segmen Pasar Valas
- Pasar Spot: Mata uang yang diperdagangkan untuk pengiriman segera (biasanya dalam dua hari kerja).
- Pasar Forward: Kontrak untuk membeli/menjual mata uang di masa mendatang dengan harga yang telah disepakati sebelumnya.
- Pasar Swap: Pembelian dan penjualan mata uang secara simultan dalam berbagai jangka waktu.
Transparansi dan Regulasi
Meskipun pasar valas bersifat OTC, regulasinya telah diperketat sejak krisis keuangan 2008. Badan regulasi seperti Financial Conduct Authority (FCA) di Inggris dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) di AS telah mewajibkan pelaporan, keadilan, dan pengawasan yang lebih ketat bagi broker dan dealer valas. Inisiatif seperti Kode Global Valas mendorong integritas dan transparansi di antara para pelaku pasar.
Manfaat OTC untuk Valas
- Likuiditas tinggi dan harga kompetitif
- Partisipasi pasar global yang luas
- Kustomisasi untuk struktur kontrak institusional
- Operasi berkelanjutan lintas zona waktu
Risiko yang Terlibat
Terlepas dari keuntungannya, OTC memiliki beberapa risiko:
- Transparansi harga terbatas untuk pasangan mata uang yang kurang likuid
- Risiko kredit pihak lawan, terutama untuk forward berjangka panjang
- Spread variabel dipengaruhi oleh volatilitas pasar
Membandingkan Produk Valas OTC dan Valas yang Diperdagangkan di Bursa
Meskipun sebagian besar perdagangan valas terjadi di pasar OTC, terdapat alternatif yang diperdagangkan di bursa seperti kontrak berjangka dan opsi valas. Produk-produk ini bertujuan untuk memberikan transparansi, standardisasi, dan mengurangi risiko rekanan melalui lembaga kliring sentral seperti Chicago Mercantile Exchange (CME) dan Intercontinental Exchange (ICE).
Perbedaan Utama Antara Valuta Asing OTC dan Valuta Asing Bursa
| Fitur | Valuta Asing OTC | Valuta Asing yang Diperdagangkan di Bursa |
|---|---|---|
| Tempat Perdagangan | Jaringan Terdesentralisasi | Bursa Tersentralisasi |
| Fleksibilitas Kontrak | Dapat Disesuaikan | Kontrak Terstandarisasi |
| Risiko Rekanan | Ada kecuali jika dijaminkan | Dimitigasi melalui kliring sentral |
| Pelaku Pasar | Bank, perusahaan, institusi | Investor ritel dan institusi |
| Pengawasan Regulasi | Sebagian, bervariasi berdasarkan yurisdiksi | Diatur secara ketat |
Keuntungan Valuta Asing yang Diperdagangkan di Bursa
- Transparansi: Harga yang tercatat di bursa dan selisih bid-ask menawarkan visibilitas dan keadilan.
- Pengurangan Risiko: Lembaga kliring bertindak sebagai perantara, yang secara signifikan menurunkan risiko rekanan.
- Aksesibilitas: Menjamin akses bagi pedagang ritel dan institusional.
Keterbatasan Valuta Asing Bursa
- Kurangnya fleksibilitas kontrak untuk kebutuhan yang disesuaikan
- Likuiditas lebih rendah dibandingkan pasar spot dan forward OTC
- Perdagangan terbatas pada jam bursa dan hari libur
Kesimpulan: Koeksistensi dan Tren Masa Depan
Meskipun pasar OTC mendominasi lanskap valuta asing, produk valuta asing yang diperdagangkan di bursa menawarkan alternatif yang layak bagi para pelaku pasar yang menginginkan transparansi yang lebih besar dan risiko yang lebih rendah. Kedua struktur pasar ini tidak saling eksklusif; sebaliknya, keduanya melayani profil dan tujuan pengguna yang berbeda. Teknologi baru seperti blockchain dan keuangan terdesentralisasi (DeFi) dapat semakin mengembangkan cara perdagangan valuta asing, berpotensi memadukan aspek terbaik dari fleksibilitas OTC dengan transparansi bursa.
Seiring pasar valuta asing terus beradaptasi dengan perubahan regulasi dan inovasi teknologi, pemahaman tentang valuta asing berbasis OTC dan bursa akan tetap penting bagi investor, lembaga keuangan, dan pembuat kebijakan.