PENJELASAN SPREAD BID-ASK: DAMPAKNYA TERHADAP BIAYA TRADING
Pelajari apa itu bid-ask spread, mengapa itu penting, dan bagaimana hal itu secara langsung memengaruhi biaya perdagangan dan strategi investasi Anda.
Apa Itu Bid-Ask Spread?
Bid-ask spread—terkadang disebut sebagai spread—adalah konsep fundamental dalam pasar keuangan yang mewakili selisih antara harga yang bersedia dibayar pembeli (bid) dan harga yang bersedia dijual penjual (ask atau offer).
Misalnya, jika suatu saham memiliki harga bid £50 dan harga ask £50,10, bid-ask spread adalah £0,10. Selisih yang tampak kecil ini memiliki implikasi yang signifikan, terutama bagi pedagang yang sering bertransaksi atau yang beroperasi dalam volume besar.
Bagaimana Spread Terbentuk?
Spread dihasilkan melalui dinamika alami penawaran dan permintaan. Jika banyak pembeli yang bersaing untuk suatu aset, bid akan naik. Sebaliknya, jika penjual mendominasi, harga jual dapat diturunkan untuk mendorong pembelian. Pembuat pasar—lembaga keuangan atau individu yang menyediakan likuiditas—memainkan peran kunci dengan terus-menerus mengutip harga beli dan jual.
Mengapa Spread Bid-Ask Penting?
Besarnya spread memengaruhi jumlah yang Anda bayarkan atau terima saat membeli atau menjual aset. Spread yang lebar sering kali menunjukkan likuiditas yang lebih rendah atau volatilitas yang lebih tinggi, yang menyebabkan biaya perdagangan yang lebih tinggi. Spread yang sempit sering kali menunjukkan pasar yang sangat likuid, dengan biaya perdagangan minimal.
Spread di Berbagai Kelas Aset
- Ekuitas: Pada saham yang banyak diperdagangkan seperti Apple atau BP, spread seringkali minimal. Namun, saham yang kurang dikenal atau jarang diperdagangkan memiliki spread yang lebih lebar.
- Forex: Pasar ini umumnya memiliki spread yang sangat ketat karena likuiditas yang tinggi, terutama pada pasangan mata uang utama seperti EUR/USD.
- Pendapatan Tetap: Pasar obligasi dapat memiliki spread yang bervariasi, terutama pada obligasi korporasi yang kurang aktif diperdagangkan.
- Mata Uang Kripto: Ukuran spread dapat sangat bervariasi, dipengaruhi oleh volatilitas dan bursa spesifik yang digunakan.
Dampak Ritel vs. Institusional
Investor institusional sering kali menegosiasikan suku bunga yang lebih baik atau berdagang di dark pool, sehingga mengurangi dampak spread. Di sisi lain, pedagang ritel menerima harga bid dan ask yang dikutip publik, sehingga mereka lebih rentan terhadap spread yang lebih lebar dan dengan demikian, biaya perdagangan yang lebih tinggi.
Poin Utama
Spread bid-ask mungkin tampak kecil, tetapi memiliki dampak nyata pada pengalaman perdagangan dan kinerja investasi Anda. Mengetahui cara kerjanya dapat memberdayakan investor untuk melakukan perdagangan yang lebih efisien dan berpotensi lebih menguntungkan.
Apa yang Menentukan Lebar Spread?
Lebar spread bid-ask bervariasi bergantung pada beberapa faktor yang saling terkait. Memahami elemen-elemen ini membantu para pedagang mengukur kapan dan di mana harus mengeksekusi transaksi dengan biaya paling efektif.
1. Likuiditas
Likuiditas mungkin merupakan penentu paling penting dari ukuran spread. Di pasar likuid, di mana banyak pembeli dan penjual aktif bertransaksi, spread cenderung sempit. Sebaliknya, di pasar yang tidak likuid, kurangnya partisipan menyebabkan spread yang lebih lebar. Misalnya, obligasi pemerintah biasanya memiliki spread yang lebih ketat daripada obligasi korporasi berimbal hasil tinggi karena perdagangan yang lebih aktif.
2. Volatilitas
Pasar yang volatil sering kali memiliki spread yang lebih lebar. Ketika harga aset berfluktuasi dengan cepat, para pelaku pasar meningkatkan spread untuk melindungi diri dari pergeseran harga yang tidak menguntungkan antara waktu penawaran dan eksekusi.
3. Volume Perdagangan
Aset dengan volume perdagangan harian yang tinggi biasanya memiliki spread yang lebih kecil. Pertukaran saham atau unit yang sering menciptakan lingkungan harga yang lebih terprediksi, mendorong para pelaku pasar untuk menetapkan spread yang lebih sempit.
4. Jam dan Waktu Pasar
Waktu juga dapat memengaruhi spread. Di luar jam pasar atau saat pasar buka, spread dapat lebih lebar karena partisipasi yang lebih rendah. Sesi perdagangan tengah hari, terutama selama periode tumpang tindih pasar utama (seperti London dan New York dalam forex), cenderung memiliki spread yang lebih sempit.
5. Strategi Market Maker
Market maker menyesuaikan spread berdasarkan risiko yang dirasakan, persyaratan peraturan, dan tingkat inventaris mereka. Pada saat ketidakpastian atau jumlah order yang berlawanan terbatas, mereka memperlebar spread untuk meminimalkan eksposur risiko.
6. Asimetri Informasi
Jika salah satu pihak memegang informasi material yang belum diperhitungkan oleh pasar (dikenal sebagai adverse selection), pelaku pasar dapat memperlebar spread untuk mengkompensasi risiko tambahan. Hal ini umum terjadi di pasar yang kurang transparan atau sebelum pengumuman pendapatan besar.
7. Jenis Aset dan Bursa
Kelas aset dan tempat perdagangan yang berbeda secara inheren memiliki profil spread yang berbeda pula. Misalnya, spread di pasar over-the-counter (OTC) umumnya lebih lebar karena berkurangnya pengawasan dan transparansi regulasi dibandingkan dengan bursa terpusat.
Cara Mengantisipasi Perubahan Spread
Trader dapat memantau indikator seperti kedalaman order book, volume, dan volatilitas tersirat untuk mengantisipasi potensi perubahan spread. Banyak platform perdagangan canggih juga menawarkan alat pemantauan spread dan peringatan secara real-time.
Kesimpulan
Dinamika spread bersifat multifaktorial dan terus berubah. Dengan memahami penyebab yang mendasarinya, pedagang dan investor dapat mengatur waktu masuk dan keluar dengan lebih bijaksana, sehingga mengurangi biaya dan meningkatkan kinerja.
Bagaimana Spread Bid-Ask Mempengaruhi Trader
Spread bid-ask lebih dari sekadar fitur teknis—spread ini secara langsung berdampak pada biaya riil bagi investor individu maupun institusi. Memahami dampaknya memungkinkan trader untuk membuat keputusan yang tepat dan mengelola posisi mereka secara lebih efisien.
1. Biaya Perdagangan Langsung
Setiap kali aset dibeli atau dijual, trader membayar spread. Misalnya, jika harga ask adalah £100 dan bid adalah £99,90, membeli pada harga £100 dan langsung menjual akan dikenakan biaya £0,10 per saham. Kalikan ini dengan ribuan saham atau perdagangan yang sering dilakukan, dan biaya kumulatifnya menjadi material.
2. Slippage dan Harga Eksekusi
Spread yang lebih lebar dapat menyebabkan slippage yang lebih besar, di mana harga yang dieksekusi lebih buruk daripada harga yang diharapkan. Hal ini menimbulkan masalah yang signifikan ketika volatilitas tinggi atau likuiditas rendah. Limit order dapat mengurangi risiko slippage, tetapi mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk dipenuhi.
3. Perdagangan Frekuensi Tinggi dan Harian
Pedagang frekuensi tinggi (HFT), pedagang intraday, dan scalper sangat sensitif terhadap ukuran spread. Bagi mereka, biaya tambahan beberapa basis poin saja dapat berdampak signifikan terhadap profitabilitas keseluruhan. Banyak yang membangun algoritma khusus untuk memperhitungkan dan memanfaatkan pola spread di berbagai platform.
4. Investor Jangka Panjang
Meskipun investor jangka panjang mungkin tidak menyadari dampaknya dari hari ke hari, spread yang lebar tetap dapat memengaruhi imbal hasil kumulatif dari waktu ke waktu, terutama pada sekuritas yang tidak likuid. Meminimalkan biaya eksekusi pada perdagangan besar dapat menambah nilai yang signifikan bagi kinerja portofolio.
5. Implementasi Strategi
Trader yang membangun posisi berdasarkan momentum, arbitrase, atau model statistik sering kali perlu memperhitungkan spread dalam perhitungan risiko-imbalan mereka. Peluang yang tampaknya menguntungkan dapat menjadi tidak layak setelah biaya perdagangan diperhitungkan.
6. Spread sebagai Sinyal Pasar
Beberapa trader menggunakan spread bid-ask sebagai indikator sentimen. Spread yang melebar dapat menandakan volatilitas yang akan datang atau menurunnya minat terhadap suatu sekuritas, sementara spread yang menyempit dapat menyiratkan peningkatan likuiditas dan kepercayaan.
Mengurangi Beban Biaya
Investor dapat menggunakan beberapa taktik untuk mengurangi dampak spread:
- Gunakan limit order: Hindari membayar harga ask sepenuhnya dengan menentukan harga beli maksimum Anda.
- Berdaganglah selama jam-jam sibuk: Peningkatan likuiditas selama jam-jam ini dapat meminimalkan spread.
- Evaluasi opsi broker: Setiap broker menawarkan perutean order, akses likuiditas, dan model penetapan harga yang berbeda.
- Konsolidasikan perdagangan: Transaksi yang lebih sedikit namun lebih besar dapat lebih hemat biaya daripada transaksi kecil yang sering dilakukan.
Kesimpulan
Meskipun sering diabaikan oleh pemula, spread bid-ask berperan peran penting dalam menentukan biaya transaksi. Baik Anda seorang pedagang harian maupun investor jangka panjang, memahami dan menavigasi spread dapat menghasilkan strategi perdagangan yang lebih efisien dan menguntungkan.