PENJELASAN UKURAN POSISI UNTUK KOMODITAS YANG VOLATIL
Pelajari cara menentukan ukuran perdagangan Anda menggunakan metode berbasis volatilitas untuk mengelola risiko secara efektif di pasar komoditas.
Pengukuran posisi berbasis volatilitas adalah metode yang digunakan oleh pedagang dan investor untuk menentukan jumlah instrumen keuangan yang tepat untuk diperdagangkan, berdasarkan volatilitas harganya. Di setiap pasar spekulatif, terutama komoditas, volatilitas dapat berfluktuasi secara drastis akibat peristiwa geopolitik, pola cuaca, ketidakseimbangan penawaran-permintaan, atau aktivitas spekulatif. Ketika fluktuasi ini terjadi, menerapkan ukuran posisi yang kaku dapat membuat pedagang mengalami kerugian yang sangat besar atau kinerja yang buruk. Pengukuran berbasis volatilitas bertujuan untuk menskalakan ukuran perdagangan secara proporsional dengan pergerakan pasar saat ini, sehingga menstandardisasi risiko di berbagai perdagangan.
Alih-alih mengalokasikan sejumlah kontrak atau saham tetap per perdagangan, pedagang yang menggunakan metode ini menghitung risiko maksimum yang dapat diterima per perdagangan (biasanya dinyatakan sebagai persentase dari ekuitas akun) dan kemudian menentukan berapa banyak komoditas yang dapat diperdagangkan berdasarkan volatilitas aset terkini. Volatilitas biasanya diukur menggunakan indikator seperti Average True Range (ATR), deviasi standar historis, atau volatilitas tersirat dari pasar opsi.
Misalnya, seorang trader dengan akun $100.000 mungkin memilih untuk mengambil risiko tidak lebih dari 1% ($1.000) pada setiap perdagangan. Komoditas dengan volatilitas rendah mungkin memungkinkan ukuran posisi yang lebih besar, sementara komoditas yang lebih volatil akan membutuhkan ukuran yang lebih kecil untuk mempertahankan risiko dolar yang sama. Hal ini membantu trader meredam variabilitas hasil dan menghindari leverage yang berlebihan secara drastis selama periode ketidakpastian pasar yang tinggi.
Pendekatan ini menjadi sangat penting di pasar komoditas, di mana pergerakan harga dapat terjadi secara tiba-tiba dan tajam, seperti minyak mentah yang merespons pengumuman OPEC atau produk pertanian yang berfluktuasi karena kekhawatiran iklim. Pengukuran berbasis volatilitas memungkinkan para pedagang beradaptasi dengan cepat dan dinamis, memungkinkan pengambilan risiko yang lebih konsisten di berbagai waktu dan aset.
Komponen utama sistem ini meliputi:
- Menentukan risiko maksimum per perdagangan (persentase atau jumlah dolar)
- Mengukur volatilitas pasar (biasanya ATR atau deviasi standar)
- Menghitung ukuran posisi agar sesuai dengan eksposur risiko yang diinginkan
Metode berbasis ATR, misalnya, mungkin melibatkan pembagian toleransi risiko Anda dengan nilai ATR, yang diskalakan berdasarkan nilai poin kontrak (ukuran tick). Metode ini menstandardisasi risiko bahkan ketika berdagang di berbagai pasar dengan karakteristik yang sangat berbeda.
Dalam perdagangan komoditas, penentuan ukuran posisi bukan hanya tentang berapa banyak yang akan dibeli atau dijual—melainkan merupakan elemen dasar manajemen risiko. Strategi penentuan ukuran posisi yang buruk dapat merusak ide perdagangan terbaik sekalipun, terutama di pasar yang volatil. Tanpa penyesuaian yang tepat terhadap fluktuasi volatilitas, pedagang mungkin secara tidak sengaja mempertaruhkan terlalu banyak modal, yang menyebabkan kerugian yang sulit dipulihkan.
Karena komoditas menunjukkan tingkat fluktuasi harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan aset lain seperti obligasi pemerintah atau ekuitas yang sangat likuid, besarnya fluktuasi harga harian seperti minyak mentah, gas alam, gandum, atau tembaga dapat menjadi signifikan. Artinya, ukuran perdagangan yang sama dalam rezim yang berbeda (volatilitas rendah vs tinggi) mewakili tingkat risiko yang sangat berbeda. Penentuan ukuran posisi yang disesuaikan dengan volatilitas memastikan bahwa eksposur risiko Anda tetap konsisten, terlepas dari seberapa bergejolaknya pasar.
Hal ini sangat penting bagi pedagang yang menggunakan leverage, karena dampak gabungan dari volatilitas yang dikombinasikan dengan margin dapat memperbesar keuntungan dan kerugian. Bagi pedagang berjangka terkelola, dana lindung nilai, dan perusahaan swasta, mematuhi disiplin penentuan ukuran tersebut merupakan bagian dari praktik terbaik institusional untuk menghindari skenario risiko kehancuran.
Lebih lanjut, kontrak komoditas bervariasi dalam hal nilai tick, ukuran kontrak, dan perilaku harga. Heterogenitas ini berarti Anda tidak dapat mengasumsikan eksposur yang seragam dengan memperdagangkan jumlah kontrak yang sama di berbagai komoditas. Misalnya:
- Pergerakan 1 poin pada kontrak berjangka minyak mentah (CL) sama dengan $1.000 per kontrak standar
- Pergerakan 1 poin pada kontrak berjangka jagung (ZC) sama dengan $50 per kontrak
Meskipun kedua komoditas menunjukkan ATR yang serupa (misalnya, 2 poin), volatilitas dolar berbeda secara drastis. Oleh karena itu, tanpa penentuan ukuran yang tepat, dampaknya terhadap keseluruhan portofolio dapat menjadi tidak proporsional. Penentuan ukuran berbasis volatilitas membantu menormalkan perbedaan ini, sehingga memungkinkan konstruksi portofolio yang lebih akurat. Selain itu, hal ini membantu diversifikasi dengan menyeimbangkan risiko di seluruh posisi, alih-alih hanya alokasi modal.
Dalam pengujian ulang dan analisis kinerja, penyesuaian ukuran berbasis volatilitas memberikan metrik yang lebih andal dan mengurangi bias. Hal ini menyelaraskan strategi dengan pengalaman dunia nyata di mana emosi, penarikan dana, dan risiko likuiditas harus dikelola secara bijaksana.
Menerapkan pendekatan penentuan posisi berbasis volatilitas melibatkan tiga langkah utama: menetapkan parameter risiko, mengukur volatilitas, dan menghitung ukuran perdagangan. Mari kita telusuri proses umum yang digunakan oleh pedagang komoditas profesional:
1. Tetapkan Toleransi Risiko Anda
Tentukan berapa banyak kerugian yang bersedia Anda tanggung per perdagangan. Ini umumnya ditetapkan antara 0,5% dan 2% dari ekuitas akun. Misalkan Anda memiliki akun perdagangan senilai $250.000 dan menetapkan risiko per perdagangan Anda sebesar 1%; batas kerugian Anda adalah $2.500 per perdagangan.
2. Ukur Volatilitas
Gunakan Average True Range (ATR) untuk mendapatkan gambaran volatilitas terkini. Sebagian besar pedagang menggunakan ATR 14 hari, yang tersedia di sebagian besar platform grafik. Jika kontrak berjangka emas (GC) memiliki ATR 25 poin, Anda tahu bahwa harga bergerak sekitar $2.500 setiap hari (karena satu poin dalam GC setara dengan $100).
3. Hitung Ukuran Posisi
Terapkan rumus:
Ukuran Posisi = (Risiko Dolar / (ATR * Nilai Dolar per Poin))
Jika risiko dolar Anda adalah $2.500 dan ATR setara dengan 25 poin (senilai $100 per poin), Anda akan berdagang:
$2.500 / (25 * $100) = 1 kontrak
Sebaliknya, jika kontrak berjangka gas alam (NG) memiliki volatilitas yang lebih tinggi—misalnya 45 poin per hari—ukuran Anda akan dikurangi agar risiko tetap konstan. Penurunan otomatis ini melindungi modal selama lonjakan volatilitas.
4. Kalibrasi Ulang Secara Berkala
Risiko tidak statis. Trader harus meninjau kembali pembacaan volatilitas secara berkala, mungkin mingguan atau bulanan, untuk menyesuaikan ukuran posisi. Alat seperti ATR trailing atau deviasi standar bergerak tertimbang eksponensial dapat membantu memperlancar kalibrasi ulang ini tanpa bereaksi berlebihan terhadap lonjakan jangka pendek.
5. Integrasikan dengan Manajemen Portofolio
Idealnya, ukuran berbasis volatilitas juga harus diterapkan di seluruh portofolio. Misalnya, memperdagangkan empat komoditas dengan eksposur yang sama memerlukan analisis korelasi, karena semua posisi yang bergerak turun secara bersamaan dapat melebihi anggaran risiko Anda. Ukuran posisi harus mempertimbangkan drawdown di tingkat portofolio dan menerapkan prinsip paritas risiko jika diperlukan.
Juga, perlu diingat bahwa beberapa broker atau bursa mungkin memiliki persyaratan margin minimum, yang dapat memengaruhi ukuran pasti yang dapat Anda perdagangkan. Selalu padukan ukuran berbasis volatilitas Anda dengan batasan operasional tersebut.
Terakhir, gunakan jurnal perdagangan dan platform analitik untuk meninjau kinerja sistem berbasis volatilitas Anda dalam berbagai rezim. Jika diterapkan dengan baik, sistem ini dapat berfungsi sebagai stabilisator dalam periode volatilitas tinggi dan mengoptimalkan penggunaan modal selama pasar yang lebih tenang.